Maaf, Kesalahan dan Belajar
April 16, 2008 at 4:57 pm Tinggalkan komentar
Maaf merupakan sebuah kata yang sangat sederhana. Hanya terdiri dari 4 huruf dan sebenarnya hanya terdiri dari 3 jenis huruf saja, yaitu m, a, dan f saja. Namun sungguh disayangkan bahwa kesederhanaan dari kata “maaf” tadi tidak mudah untuk dipahami apalagi untuk dapat diungkapkan dengan begitu tulus.
Sebenarnya apa yang salah dengan kata “maaf”? Sangat sederhana dan pendek tapi sulit terucap. Apakah gengsi dan harga diri kita begitu tinggi sehingga kata itu sulit terucap. Memang dalam kehidupan sehari-hari kata “sorry” atau “sori” terserah bagaimana kita menulisnya sih, akan lebih mudah terucap, tapi menurut saya lebih pada level bercanda. sebenarnya aneh ketika dalam kondisi nyantai atau sedang bercanda kata ini sebenarnya sangat mudah meluncur dari mulut kita, tapi ketika muncul sesuatu yan serius muncul, mulut kita ibarat terkunci sehingga kata “maaf” sangat sulit terucap.
Muncul pertanyaan yang kadang menggelitik dan kadang juga bikin geli. Apakah semua dari kita ini begitu sempurna sehingga ketika kita harus mengakui kesalahan akan terasa berat, atau justru kita ga pernah merasa salah? Apakah kesalahan itu sangatlah buruk dalam pandangan masyarakat kita? Apakah kesalahan akan membuat kita merasa rendah sehingga kita sangat berat untuk mengakuinya dengan kata “maaf”. Kesalahan adalah hal yang wajar sebenarnya. Siapakah yang tidak pernah melakukan kesalahan? Sebaliknya kesalahan adalah awal ketika kita belajar. Paling tidak dengan mengakui kesalahan kita, berarti kita sudah mengetahui apa yang benar itu. Bukankah itu berarti kita sudah bertambah pemahaman kita tentang suatu hal? Kalau kita tidak pernah salah, yang saya takutkan bahwa kita tidak pernah belajar sesuatu yang baru dan kita hanya berkutat pada hal yang sudah kita ketahui saja.
Sebuah perenungan mungkin dapat kita pikirkan lebih dalam lagi? Berapa kali kita sudah mengucapkan maaf dengan tulus? Pernahkah kita belajar dari kesalahan yang pernah kita lakukan? atau kita sangat egois sehingga kita merasa diri kita paling benar sehingga kita mungkin tidak perlu belajar hal yang baru?
Maaf, saya mengakui saya telah berbuat salah…………………………………..
Entry filed under: Tak terkategori. Tags: .
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed